Harus kuakui, aku hanya bisa tersenyum pahit, menatapi tulisan yang nongol online di kedua harian terkenal dari Indonesia beberapa minggu yang lalu.
Pikiran Rakyat menerbitkan sebuah tulisan Zaky Yamani tentang nikmatnya "jamur ajaib" seharga Rp 100.000,- yang konon kabarnya ampuh membuat penyantapnya mabuk kepayang. Sedangkan Surya Live di Surabaya memamerkan buah tangan Pramudito tentang menenggak racikan alkohol bernama "api asmara" seharga Rp 200.000,- segelas yang katanya bisa bikin "horny", dari Hugo's Cafe.
Wah, jan, dahsyat tenan tulisan bermutu macam gini - desahku kepada diri sendiri - ketika seluruh dunia tercekam keadaan kekurangan pangan. Wah, jan, edhan tenan hilangnya rasa simpati, ketika jutaan rakyat Haiti harus rela mengganjal perut mereka dengan mengunyah "kue tanah" seharga Rp 500,- per kepingnya, kok yo kita malah dibuat melongo baca tulisan sampah macam gini.
Hey, di mana kesadaran diri kita, ketika kaum papa tak bisa lagi makan nasi, kita malah asik bermasturbasi, bermewah-mewah diri, melampiaskan nafsu pribadi, tertawa-tiwi sembari mengumbar kata horny?
Hey, tega nian dikau, di saat kaum fakir miskin bunuh diri, karena tak sanggup menanggung utang lagi, tanyai dirimu apa yang ada dalam sanubari, apakah sekedar gaya hidup hedonis ajaran iblis tersisa di sana?
Hey, tega nian dikau, sedemikian sadisnyakah jiwamu, hingga tak lagi ada rasa peka, terhadap sesama manusia, yang kian hari kian sengsara?
Hey, sadarkah engkau, akan identitas nyata sang pendusta agama?
Pernahkah engkau lihat (wahai Muhammad) orang yang mendustakan agama? Itulah orang-orang yang menghardik anak yatim dan tidak berjuang untuk memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yaitu mereka yang suka pamrih pada sesama dan enggan memberi pertolongan. (QS Al Ma'un).