Love is Blind, says my Kangmas!

Blog EntryKebebasan yang KebablasanMar 31, '08 6:33 PM
for everyone

 

Sekitar dua minggu yang lalu salah satu sobat dekat Kristianiku bertanya tentang pendapatku tentang Geert Wilders dan filem rancangannya, "Fitna".

"Ah, lagi-lagi fitnah," kataku seraya menggeleng-gelengkan kepala dengan senyum lelah.  Yah, lagi-lagi fitnah.  Fitnah serupa tentang agama yang juga pernah aku dengar dari kaumku sendiri, kaum Muslim, yang doyan menjelek-jelekkan agama Kristiani dengan mengutip ayat-ayat dari Kitab Injil.  Fitnah serupa tentang agama yang juga pernah dikumandangkan oleh beberapa kenalan Kristianiku yang memaksaku untuk mempercayai bahwa sesungguhnya agama lain selain dari agama mereka, adalah agama yang sesat, dengan dasar ayat-ayat Kitab Injil yang sama.

Dengan mata menerawang menatapi langit yang kosong, aku bergumam sendiri, "Ya Tuhan, perjuangan menyebar damai di bumi ini masih panjang, rasanya capeeeek deh, mendamaikan nih orang-orang!"

Tak bisa disangkal sudah berulang kali aku baca ayat-ayat tentang perang dalam Al Qur'an, juga kekerasan di Perjanjian Lama dalam Injil, atas desakan mereka yang punya agenda.  Tapi patutkah kita memfitnah suatu agama, dan kaum penganutnya atas dasar diskriminasi, rasa benci, dan niat jahat untuk menindas dan menguasai?  Demikian rendahkah harga jiwa mereka yang rela menjual rasa malu dan takut akan hukum Tuhan demi ketenaran di dunia?  Ah betapa murahnya mereka jual harga jiwa mereka di dunia, sementara itu demikian mahalnya harga yang harus mereka tebus di hadapan Sang Pencipta. 

"Fitna" bukanlah fitnah pertama yang datang dari kaum yang berniat meluluhlantakkan perdamaian dunia dengan alasan kebebasan.  Kebebasan untuk bicara, kata mereka.  Yang sebenarnya adalah kebebasan untuk merenggut kebebasan kita semua, umat dunia yang cinta damai, dari menyebarkan ajaran Tuhan yang hakiki, untuk menebarkan cinta di muka bumi.  Kebebasan yang kebablasan.  Kebebasan yang hanya melayani kepuasan batin mereka pribadi yang selalu haus akan kebanggaan nan fana di dunia.  Kebebasan yang tak peduli akan penderitaan sesama umat manusia.  Kebebasan tanpa batas, yang kalau perlu dipertahankan tanpa kenal rasa malu.  Kebebasan yang masa bodoh tanpa rasa prihatin, tanpa rasa perikemanusiaan, dan yang utama, kebebasan yang tak mengindahkan perintah-perintah Tuhan, dan wanti-wanti mereka yang telah mendahului kita yang berpesan agar kita senantiasa siaga menjaga perdamaian dunia.

Barangkali ada tanya di hatimu, sobatku, wanti-wanti yang mana?

Wanti-wanti mendiang Romo Paus John Paulus II yang tercinta: "Untuk melakukan kejahatan, mempromosikan kekerasan, dan menyebabkan pertengkaran atas nama agama, adalah suatu keterbalikan yang mengerikan, dan suatu pelanggaran yang hebat terhadap Tuhan." (Pidato saat tiba di Mesir, tahun 2000).

Beliau juga mengingatkan kita untuk tak pernah lupa, "Ibrahim, kakek moyang kita semua, mengajari kita semua, kaum Kristiani, Yahudi, dan Muslim, untuk mengikuti jalan yang penuh ampunan dan cinta ini."  (Pidato di Lisbon, Portugal, tahun 1982). 

Demikian pula sobat-sobatku, dalam Al Qur'an Surah 6 ayat 108, Allah SWT melarang kita untuk menghina agama lain.  Dan dalam Al Qur'an Surah 49 ayat 10-13 Allah SWT memerintahkan kita untuk saling mencintai sesama umat manusia, tanpa pandang bulu.  Allah juga melarang kita untuk saling mengejek, dan saling menghina satu sama lain.  Karena pada dasarnya kita semua bersaudara, sesama saudara yang datang dari satu pasang ayah dan bunda, Adam dan Hawa.

Di senja sendu menjelang malam ini, aku hanya bisa berdoa, "Ya Allah, ya Tuhan kami, lindungilah kami, umat manusia sedunia, dari fitnah dan kebebasan yang kebablasan ini.  Dari kebebasan jahat yang sesungguhnya hanya sekedar alasan untuk menindas kebebasan kami melaksanakan perintahMu untuk menebar cinta di jagat raya milikMu jua.  Dan perkenankanlah kami meneruskan misi kedamaian yang telah dirintis oleh nabi-nabi kami, Nabi Muhammad salallahu alayhi wa salam, Nabi Isa alayhi salam, dan pemimpin-pemimpin yang telah mendahului kami, Romo Paus John Paulus II, dan Bunda Teresa.  Perkenankan pula doa kami agar mereka terjaga dengan penuh cinta dalam surgaMu, yaitu surga hamba-hamba sejatiMu yang senantiasa melaksanakan perintahMu dan menjauhi laranganMu.  Amin."

 


37 CommentsChronological   Reverse   Threaded
linagladman wrote on Mar 31
Ikut ngaminin do'anya mba Sri ... semoga Allah memberi berkah-Nya kepada mrk2 yg senengnya menyebar fitnah demi kepentingan apapun.
inongi wrote on Mar 31
fitnah mah akan tetap ada selagi bumi masih ada juga Mbak Sri.
kl soal agama aku tdk berani ngomong soalnya di dlm keluarga kami berbagai agama dan suku dan aku tdk mau hancur keluarga kita hanya karena pertentangan2. sabar aja Mbak dan banyak2 berdoa.
lynda24rob wrote on Mar 31
Jadi prihatin dengan DUNIA ini ya Mba???
Kebebasan banyak disalah arti-kan...
_LR'24'_
gharonk wrote on Mar 31
no war... orang yang menyebar kebencian adalah orang yang integritasnya patut dipertanyakan
rasti812 wrote on Mar 31
Turut mengaminkan doanya mbak Sri..=)
lollytha wrote on Mar 31
Aminnn.....
riawibhawa wrote on Mar 31
aminnn aminnn aminnn...
butetaruan wrote on Mar 31
Soal agamaaku tak berani komen panjang lebar dech, soalnya kan agama sifatnya absolut. Kalau kita sudah meyakininya tak perduli apa kata orang, kita tetap akan percaya seyakin-yakinnya. Nach kalau ada orang yang merasa agamanyalah yang paling bener trus agama yang lain tidak..dan mencoba mendiskreditkannya... ini yg suka bikin aku bete... mau didebat bahwa pendapatnya salah juga susahnya minta ampun, makanya aku setuju banget dech salah satu cara merubahnya tanpa menciptakan another chaos adalah berdoa. Mari kita sama-sama mengamini biar yg namanya kebebasan yang diagung-agungkan itu tidak kebablasan atau tidak disalahgunakan untuk tujuan mendiskreditkan keyakinan orang lain
larassejati wrote on Mar 31
sing ngetan ngetano, sing ngidul ngidulo. nggak usah dipikirin mbak. soal selera doang kok :)
mprasodjo wrote on Apr 1
amin...

heran deh yaa. orang ngeributin yang beginian. kenapa ngak menyibukan diri belajar agama masing2x sih. agama itu seperti masalah selera. masalah kepercayaan.
kalo mau jelek2xin, bukan orang yang kebetulan beragama tertentu. itu kan orang bukan agama.
menurutku, kalo mau membuktikan mana yang benar dan mana yang salah, bawakan bukti fisik, yang bukan diambil dari ayat2x didalamnya. tunjukan misalnya nih dengan foto atau video yang betul2x otentik (belon ada yaa jaman itu ;)) ), yang betul2x tidak terbantahkan. kalau ngak bisa, lebih baik diam. karena omongan itu berarti hanya reka-reka, pendapat dan berdasarkan "katanya".

karena kebenaran yang sebenar-benarnya dari sebuah agama, menurutku, hanya bisa dibuktikan mana yang benar dan salah setelah kita mati. selebihnya, itu semua hanya masalah kepercayaan dan keyakinan.
dtsiq wrote on Apr 1
setuju Mbak..
emiliana wrote on Apr 1
Amien....setuju banget dengan mba Sri...
Semoga kedamaian di dunia tercipta..
dfschmaal wrote on Apr 1
rata2 org disini ngga suka dgn film itu
peace mbak Sri
loranty wrote on Apr 1
smoga doa kita semua didengar ya mba sri, hugs
awp2005 wrote on Apr 1
Amin. Aku ikutan berdoa disamping Mbak Sri.
sepasangmatabola wrote on Apr 1
semoga Allah memberi berkah-Nya kepada mrk2 yg senengnya menyebar fitnah demi kepentingan apapun.
Bagus sekali sumbangan pikiran dik Lina, terima kasih ya dik. :)
sepasangmatabola wrote on Apr 1
inongi said
aku tdk mau hancur keluarga kita hanya karena pertentangan2. sabar aja Mbak dan banyak2 berdoa.
Setuju banget, Nel. Semoga Nella bisa mengerti maksud tulisanku yang satu ini bukan untuk menimbulkan pertentangan, tapi sekedar mengingatkan di tengah kesibukan dunia yang makin simpang siur ramai dipenuhi kebisingan info yang kadang bahaya sifatnya, sebagai sesama umat manusia di dunia, kita perlu giat menumbuhkan rasa cinta kasih seperti yang dicontohkan oleh para pencinta damai sebelum kita. Terima kasih ya Nell, buat saranmu untuk terus berdoa; ini adalah saran yang bagus sekali. :)
sepasangmatabola wrote on Apr 1
Soal agamaaku tak berani komen panjang lebar dech, soalnya kan agama sifatnya absolut. Kalau kita sudah meyakininya tak perduli apa kata orang, kita tetap akan percaya seyakin-yakinnya. Nach kalau ada orang yang merasa agamanyalah yang paling bener trus agama yang lain tidak..dan mencoba mendiskreditkannya... ini yg suka bikin aku bete... mau didebat bahwa pendapatnya salah juga susahnya minta ampun, makanya aku setuju banget dech salah satu cara merubahnya tanpa menciptakan another chaos adalah berdoa. Mari kita sama-sama mengamini biar yg namanya kebebasan yang diagung-agungkan itu tidak kebablasan atau tidak disalahgunakan untuk tujuan mendiskreditkan keyakinan orang lain
Mbak Butet, Anda, Nella, mbak Tin, dik Lina, dan banyak lagi sobat-sobatku di MP adalah orang-orang yang meyakinkan aku bahwa sesungguhnya agama kita semua mengajarkan cinta kasih terhadap sesama manusia. Terima kasih buat sumbangan pikiran mbak Butet. Mbak Butet benar, bahwa doa adalah senjata yang terampuh bagi kita semua untuk bersiaga menjaga kedamaian dunia. Semoga Tuhan memberkati kita semua dengan cinta kasihNya, mbak! :)
sepasangmatabola wrote on Apr 1
rata2 org disini ngga suka dgn film itu
peace mbak Sri
Terima kasih mbak Deby buat sumbangan pendapatnya; terharu sekali aku menyadari bahwa masih ada banyak orang yang peduli akan kerukunan antar sesama penganut agama, mbak. Inilah bukti bahwa cinta kasih antar sesama manusia, tanpa pandang bulu, masih ada. :)
sepasangmatabola wrote on Apr 1
Turut mengaminkan doanya mbak Sri..=)
Terima kasih mbak Adi, keturutsertaan mbak Adi berdoa sangat berarti buat kita semua. :)
sepasangmatabola wrote on Apr 3
Jadi prihatin dengan DUNIA ini ya Mba???
Kebebasan banyak disalah arti-kan...
_LR'24'_
Benar sekali, mbak Lynda. Memang sangat memprihatinkan keadaan kedamaian dunia jaman ini.
sepasangmatabola wrote on Apr 3
gharonk said
no war... orang yang menyebar kebencian adalah orang yang integritasnya patut dipertanyakan
Betul sekali mas, setuju; terima kasih buat sumbang pendapatnya. :)
sepasangmatabola wrote on Apr 3
Aminnn.....
Terima kasih buat doanya, Lytha. :)
sepasangmatabola wrote on Apr 3
aminnn aminnn aminnn...
Terima kasih buat sumbangan doanya, mbak Ria. BTW, tambah cantik aja mbak Ria ini. :)
sepasangmatabola wrote on Apr 3
sing ngetan ngetano, sing ngidul ngidulo. nggak usah dipikirin mbak. soal selera doang kok :)
Hm, bener juga yak, mas Bagus; tapi rasanya susah buatku untuk diam saja ketika kedamaian dunia terganggu. Makanya aku salut kepada sobat-sobat semua di sini yang turut berdoa untuk kedamaian dunia. Toh kalau perusuh kedamaian dunia punya hak bicara, demikian pula aku punya hak untuk bicara. Salam damai! :)
sepasangmatabola wrote on Apr 3
amin...

heran deh yaa. orang ngeributin yang beginian. kenapa ngak menyibukan diri belajar agama masing2x sih. agama itu seperti masalah selera. masalah kepercayaan.
kalo mau jelek2xin, bukan orang yang kebetulan beragama tertentu. itu kan orang bukan agama.
menurutku, kalo mau membuktikan mana yang benar dan mana yang salah, bawakan bukti fisik, yang bukan diambil dari ayat2x didalamnya. tunjukan misalnya nih dengan foto atau video yang betul2x otentik (belon ada yaa jaman itu ;)) ), yang betul2x tidak terbantahkan. kalau ngak bisa, lebih baik diam. karena omongan itu berarti hanya reka-reka, pendapat dan berdasarkan "katanya".

karena kebenaran yang sebenar-benarnya dari sebuah agama, menurutku, hanya bisa dibuktikan mana yang benar dan salah setelah kita mati. selebihnya, itu semua hanya masalah kepercayaan dan keyakinan.
Logika yang menarik untuk dikaji, mas; terima kasih buat sumbangan pikirannya. :)
sepasangmatabola wrote on Apr 3
dtsiq said
setuju Mbak..
Demi kedamaian dunia, mbak! Terima kasih! :)
sepasangmatabola wrote on Apr 3
Amien....setuju banget dengan mba Sri...
Semoga kedamaian di dunia tercipta..
Terima kasih, mbak Emil, semoga Tuhan mengabulkan permintaan kita, amin. :)
sepasangmatabola wrote on Apr 3
loranty said
smoga doa kita semua didengar ya mba sri, hugs
Terima kasih, mbak Lia, dan sobat-sobatku semua di sini, sungguh mengharukan tanggapan positif Anda semua. :)
sepasangmatabola wrote on Apr 3
awp2005 said
Amin. Aku ikutan berdoa disamping Mbak Sri.
Terima kasih, mbak Tin, untuk kesediaanya bergabung berdoa bersama. :)
edysuk wrote on Apr 4
Berikut berita dari ngawur.net (gak usah dicari lho mbak) seputar heboh Fitna: Geert Wilders dan pengelola youtube mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah ikut mempopulerkan film dan situsnya, sementara para pengelola situs porno mengeluh karena jumlah pengunjung situs mereka turun drastis semenjak heboh film Fitna.:-)
sepasangmatabola wrote on Apr 5, edited on Apr 6
edysuk said
Berikut berita dari ngawur.net (gak usah dicari lho mbak) seputar heboh Fitna: Geert Wilders dan pengelola youtube mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah ikut mempopulerkan film dan situsnya, sementara para pengelola situs porno mengeluh karena jumlah pengunjung situs mereka turun drastis semenjak heboh film Fitna.:-)
Aku percoyo deh mas Krisno, lha wong ada seorang penulis yang berkomentar di salah satu koran di Indonesia kok tentang teori "konspirasi" Barat, yang menurutnya berusaha memperkaya para kapitalis dengan filem Fitna itu.... Lha yang ini monggo dicari, mas, walau pun menurutku sih teori itu kedengerannya rada ngarang dan ngawur (alias belum ada buktinya), hihihihi... :)
defathya wrote on Apr 8
yg paling heran bwt saya...kapankah Nabi Muhammad pernah menghina Isa???
gak pernah
dan takkan pernah Rasulullah berani melakukannya.
Ia takut pada Allah Yang Maha Esa.

lha...ujug2 ada orang2 kurang ajar menghina Islam...
tu orang gak tau diri apa...
Islam gak pernah punya masalah dengan agama mereka dan tuhan mereka.

masing2 saja hidup mah.
damai.
sepasangmatabola wrote on Apr 14
masing2 saja hidup mah.
damai.
Akur mas, demikianlah pendapat kebanyakan sobat-sobat kita di Multiply, live and let live. Marilah hidup damai saja. Makasih buat sumbang pendapatnya. :)
thanksfully wrote on Apr 14
Lakum diinukum waliyadiinn... :)
cheli2 wrote on Apr 18
wow.....that great writen... damai itu adalah idealis ke hidupan.. dia tidak akan pernah sampai pada titik ke sempurnaan. jika ke damaian itu benar ada, maka hidup bukan perjuangan..?? yg perlu itu adalah meminimalkan perbedaan dengan cara yg bijak dan konstruktif...ingat..hidup bukan untuk perdamainan, tp perjuangan walau perjuangan itu bukan dan untuk perdamaian....
jika masih ingin kehidupan itu ada, maka kedamaian tak kan pernah ada.. he he he he,,
berbeda kan pendapatku dengan yg lain...
yg penting itu adalah menyikapi segala perbedaan itu dgn damai...
ha ha ha ha
sepasangmatabola wrote on Apr 19
cheli2 said
yg penting itu adalah menyikapi segala perbedaan itu dgn damai...
Setuju mas / mbak. Tapi buatku pribadi sih nyala api perjuangan menuju perdamaian dunia harus terus berkobar. Maju terus pantang mundur! :)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help